Spiritual Elegance Defines Thursina Eid Al Adha

Keluarga besar Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) melangsungkan ibadah dan prosesi suci Salat Idul Adha 1447 Hijriah dengan penuh ketenangan dan kekhidmatan bertempat di Grand Masjid Thursina IIBS, Rabu (27/05).

Perayaan hari besar ini dihadiri oleh jajaran direksi, manajemen, para asatidz, alumni terhormat, serta para santri—yang tengah dipersiapkan menjadi pemimpin masa depan berwawasan internationally minded—dalam atmosfer hangat yang sarat akan nilai spiritualitas tinggi serta kebersamaan yang elegan.

Bertindak sebagai khatib pada kesempatan mulia tersebut adalah Ustaz Mohamad Taufik, M.Ed., akademisi lulusan Gontor yang saat ini menjabat sebagai Chief Secretarial Office Thursina IIBS, sementara jalannya salat dipimpin secara syahdu oleh Ustaz Abrori, S.Kom.I.Thursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and TogethernessThursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and Togetherness

Thursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and TogethernessThursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and Togetherness

Dalam khutbahnya yang bertajuk refleksi pengorbanan dan ketundukan mutlak kepada Sang Pencipta, Ustaz Mohamad Taufik memaparkan bahwa esensi Idul Adha merupakan instrumen penting dalam membentuk karakter stewardship (kepemimpinan yang melayani) dan kepekaan sosial global bagi seorang muslim modern. Beliau menguraikan tiga pilar pendekatan diri (divine proximity) yang dibuka oleh Allah SWT pada momentum suci ini, yakni ibadah haji, qurban, dan puasa Arafah.

"Bagi mereka yang dipanggil ke Baitullah, puncak kedekatan itu terjadi di Arafah. Wukuf bukan sekadar hadir secara fisik, tetapi momentum muhasabah, mengenal diri, menyadari dosa, dan memperbaiki hubungan dengan Allah. Dari proses inilah lahir haji yang mabrur dan pribadi yang lebih bertakwa," ujar Ustaz Mohamad Taufik di hadapan para jamaah yang hadir.

Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa ibadah qurban bukan sekadar ritual tahunan yang bersifat seremonial, melainkan sebuah latihan disiplin spiritual tingkat tinggi untuk mengikis batas-batas egoisme manusia.

“Yang sampai kepada Allah bukan daging dan darahnya, tetapi ketakwaan dari orang yang berqurban. Maka qurban sejatinya adalah latihan menundukkan ego, kesombongan, kerakusan, dan hawa nafsu,” tutur Ustaz Mohamad Taufik dalam kutipan langsungnya yang menekankan pentingnya pembersihan diri (self-refinement).

Thursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and TogethernessThursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and Togetherness

Thursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and TogethernessThursina IIBS Holds Eid al-Adha Prayer and Qurban Procession to Strengthen Spiritual Sacrifice and Togetherness

Di samping itu, beliau juga menyampaikan secara tidak langsung bahwa ibadah puasa Arafah merupakan alternatif luar biasa yang disediakan bagi mereka yang belum berkesempatan menunaikan ibadah haji atau menyembelih hewan qurban. Puasa tersebut dipandang sebagai medium introspeksi yang elegan guna mengendalikan diri demi melahirkan pribadi yang berintegritas spiritual tinggi.

Filosofi pengorbanan dan kepedulian universal ini selaras dengan visi Thursina IIBS dalam mencetak global citizens yang memiliki cross-cultural mindset. Pendidikan karakter di Thursina senantiasa menekankan pentingnya intercultural awareness, di mana para santri tidak hanya unggul secara akademis di kancah internasional, namun juga memiliki akar spiritual yang kokoh serta empati tanpa batas.

Pada perayaan tahun ini, Thursina Qurban Nusantara berhasil menggalang partisipasi dari 216 shohibul qurban terhormat. Kontribusi tersebut diwujudkan dalam penyembelihan 47 ekor kambing/domba kelas premium, 12 kelompok sapi kolektif dengan sistem kepemilikan bersama yang akuntabel, serta 14 ekor sapi personal, yang secara keseluruhan setara dengan 225 ekor kambing.

Melalui momentum perayaan Idul Adha 1447 H ini, Thursina IIBS kembali membuktikan komitmennya dalam merawat tradisi spiritual luhur sekaligus membentuk generasi muda muslim yang anggun, berkarakter mulia, serta siap berkontribusi aktif sebagai warga dunia yang visioner (global citizens). (iz/lil)

Categories

Upcoming Events
Thursina Graduation and Annual report 2026

Jun 20, 2026

Thursina Fact