Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi internationally minded melalui realisasi program Language Camp China 2026. Program komprehensif ini berlangsung selama 14 hari 13 malam, terhitung sejak 15 hingga 28 Mei 2026, dengan pusat aktivitas akademik di Guangdong Polytechnic of Science and Trade (GPST), Guangzhou, China.
Sebanyak 29 delegasi santri berprestasi yang terdiri atas 24 santri putri dan 5 santri putra diberangkatkan guna mengikuti rangkaian program penguatan bahasa Mandarin serta perluasan wawasan global tersebut. Selama di Guangzhou, para santri menjalani program cultural immersion intensif, pengenalan sistem pendidikan global, hingga interaksi langsung dengan ekosistem sosial dan industri internasional.
Coordinator Overseas Uni Enrollment, Ustazah Umi Zakiyah, S.S., memaparkan bahwa agenda ini dirancang secara strategis guna melatih aspek kemandirian serta kemampuan adaptabilitas para santri di luar negeri. Beliau menegaskan pentingnya menumbuhkan keberanian serta wawasan global secara langsung melalui pengalaman empiris di lapangan.
“Language Camp China bukan sekadar program belajar bahasa Mandarin, tetapi juga sarana untuk membangun keberanian, kemampuan adaptasi, dan wawasan internasional santri. Kami ingin mereka merasakan langsung bagaimana belajar dan berinteraksi di lingkungan global,” ujar Ustaz Dafiq pada Sabtu (30/5/2026).
Selain mendapatkan international exposure di bidang akademik melalui kelas bahasa, para santri juga dibekali materi intercultural awareness melalui workshop instrumen musik tradisional Tiongkok, kaligrafi, hingga seni bela diri Wushu. Guna memperkuat cross-cultural mindset, rombongan santri juga melakukan kunjungan edukasi sejarah ke situs-situs Islam bersejarah di Guangzhou serta orientasi akademik di Harbin Institute of Technology (HIT) Shenzhen.
Tidak hanya menyasar aspek budaya, program ini juga membekali para santri dengan pemahaman lanskap bisnis modern melalui kunjungan industri (industrial exposure) ke Alibaba 1688 Office di Shenzhen untuk mempelajari sistem digital trade, serta pabrik pintar GAC Aion untuk melihat proses manufaktur teknologi kendaraan listrik ramah lingkungan.
Ustaz Dafiq menambahkan bahwa penguasaan bahasa asing dan pemahaman lintas budaya saat ini merupakan kompetensi mutlak yang harus dikuasai oleh generasi muda agar mampu bersaing sekaligus berkolaborasi di kancah internasional.
Melalui kesuksesan Language Camp China 2026 ini, Thursina IIBS berharap para santri dapat mengintegrasikan pengalaman berharga ini sebagai modal utama kepemimpinan mereka di masa depan. Manajemen sekolah menyatakan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi visi pendidikan global Thursina yang senantiasa mendorong lahirnya global citizen tanpa mengabaikan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama karakter mereka. (iz/lil)






