Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) kembali menghadirkan ajang kompetisi pendidikan melalui gelaran Thursina Grand Festival (TGF) edisi ke-IV yang diinisiasi oleh Thursina Student Association (TSA) atau OSIS Thursina IIBS. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional sekaligus wadah pengembangan potensi akademik bagi pelajar tingkat SMP/sederajat dari berbagai daerah di Indonesia.
Mengusung tema “Seek Wisdom Beyond the Veil”, TGF IV menghadirkan berbagai perlombaan olimpiade akademik yang dirancang untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta memperluas wawasan peserta terhadap pengetahuan umum. Event ini diikuti sekitar 132 tim dari berbagai kota di Indonesia yang hadir untuk berkompetisi sekaligus membangun relasi antarsekolah.
Pembina TSA Male, Ustaz Syihabuddin Al Anshori, S.Pd., menjelaskan bahwa TGF bukan sekadar kompetisi akademik biasa, tetapi juga ruang pengembangan karakter dan kolaborasi generasi muda.
“Melalui TGF, kami ingin menghadirkan atmosfer kompetisi yang sehat dan edukatif. Peserta tidak hanya diuji kemampuan akademiknya, tetapi juga diajak untuk membangun semangat sportivitas, kolaborasi, dan keberanian berpikir kritis dalam menghadapi tantangan,” ujarnya.
Guru lulusan UIN Malang tersebut menambahkan bahwa penyelenggaraan TGF IV juga menjadi bagian dari kontribusi santri TSA dalam menghadirkan kegiatan yang berdampak positif bagi dunia pendidikan. Menurutnya, keterlibatan OSIS dalam mengelola event berskala nasional menjadi pengalaman penting dalam membangun leadership, teamwork, dan manajemen organisasi para santri.
Berbagai tujuan pendidikan turut diusung dalam pelaksanaan TGF IV, di antaranya mengembangkan pemahaman peserta terhadap pengetahuan umum, menumbuhkan budaya toleransi dan apresiasi terhadap keberagaman, serta membangun jaringan antarsekolah dalam upaya kolaborasi pendidikan. Selain itu, seluruh rangkaian lomba juga didesain untuk melatih kemampuan berpikir kritis dan problem solving peserta melalui tantangan akademik yang kompetitif.
Atmosfer kompetisi berlangsung dinamis dengan antusiasme tinggi dari para peserta yang datang dari berbagai wilayah. Selain berkompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana silaturahmi dan pertukaran pengalaman antar pelajar dari latar belakang sekolah yang berbeda. Kehadiran ratusan tim menunjukkan tingginya minat pelajar terhadap kompetisi akademik yang inspiratif dan berkualitas.
Dalam hasil akhir kompetisi, SMPN 1 Kediri berhasil keluar sebagai juara pertama setelah menunjukkan performa unggul dalam berbagai sesi perlombaan. Posisi juara kedua diraih oleh SMP Al-Ya’lu, yang juga tampil kompetitif sepanjang rangkaian lomba berlangsung.
Melalui penyelenggaraan Thursina Grand Festival IV, Thursina IIBS berharap dapat terus menghadirkan ruang pengembangan potensi generasi muda Indonesia melalui kompetisi yang edukatif, inspiratif, dan membangun karakter.
“Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud komitmen Thursina dalam mendukung lahirnya pelajar yang cerdas, adaptif, dan siap menghadapi tantangan masa depan dengan semangat kolaborasi dan inovasi.” tutup pria yang akrab disapa Kang Syihab. (iz/lil)






