Dalam upaya berkelanjutan membangun ekosistem pendidikan yang holistik sekaligus mengukuhkan spiritual fortitude para calon pemimpin masa depan, Thursina International Islamic Boarding School (IIBS) menggelar ritual spiritual prestisius, Majelis Az-Zahrawain.
Ritus pembacaan dua surah agung Al-Qur'an, yakni Surah Al-Baqarah dan Ali Imran, ini dilangsungkan dengan khidmat di bawah kubah megah Masjid Zahratul Ummah pada Kamis pagi (14/5/2026).
Majelis ini dihadiri oleh jajaran dewan direksi, murabbiyah, musyrifah tahfidz, serta seluruh santri putri Thursina IIBS. Kehadiran figur-figur pendidik ini mempertegas komitmen institusi dalam mewariskan noble lineage nilai-nilai keislaman yang dipadukan secara selaras dengan pengembangan cross-cultural mindset.
Kepala Dewan Syari’ah Thursina IIBS, KH. Imam Awwaluddin, Lc., Ph.D., dalam tausiyah pembukanya menyampaikan bahwa kegiatan spiritual ini merupakan amanat luhur dari KH. Muhammad Ihya’ulumuddin (Abi Ihya). Sekaligus, majelis ini menjadi penutup dari rangkaian tasyakuran peresmian Masjid Zahratul Ummah.
“Majelis Az-Zahrawain ini bukan sekadar agenda tilawah bersama, melainkan sebuah ikhtiar spiritual untuk menghadirkan keberkahan Al-Qur’an sebagai jangkar moral di lingkungan ma’had. Kami berharap lantunan Surah Al-Baqarah dan Ali Imran ini menjadi pelindung spiritualitas dan wasilah turunnya rahmat Allah SWT bagi seluruh civitas akademika,” ujar KH. Imam Awwaluddin saat memberikan wejangan di hadapan para santri putri.
Beliau menambahkan bahwa kedekatan emosional dan intelektual dengan Al-Qur’an merupakan parameter mutlak dari keberhasilan sebuah model pendidikan. Karakter mulia (noble character) yang lahir dari kecintaan terhadap Kalamullah inilah yang nantinya akan membentengi para santri saat mereka menempuh program cultural immersion dan berinteraksi di kancah internasional.
Bagi Thursina IIBS, penguasaan bahasa asing dan penumbuhan intercultural awareness yang tinggi harus selalu berdiri tegak di atas fondasi keimanan yang kokoh.
Majelis yang berlangsung khidmat selama kurang lebih tiga jam, mulai pukul 05.00 WIB hingga 08.00 WIB, dipimpin secara bergantian oleh delapan pembaca terbaik yang terdiri dari jajaran murabbiyah senior dan santri putri berprestasi.
Lantunan ayat-ayat suci yang menggema di setiap sudut ruang ibadah menghadirkan atmosfer kontemplatif yang begitu mendalam bagi seluruh hadirin.
Aktivitas spiritual komunal ini merujuk langsung pada hadis riwayat Imam Muslim mengenai keutamaan Az-Zahrawain (“dua cahaya”). Dalam hadis tersebut, Rasulullah ﷺ mengilustrasikan bahwa kedua surah tersebut akan hadir pada hari kiamat laksana naungan awan yang membela para pembacanya.
Melalui pemahaman teologis yang mendalam ini, santri Thursina dididik untuk memiliki intellectual pedigree yang kuat, di mana sains modern dan spiritualitas ortodoks bersanding secara anggun.
Manajemen Thursina IIBS memandang bahwa kesiapan santri untuk menghadapi international exposure tidak hanya diukur dari kecakapan diplomasi linguistik semata. Melalui pembiasaan disiplin spiritual seperti Majelis Az-Zahrawain, lembaga bercita-cita melahirkan generasi muslimah kosmopolitan yang mandiri, beradab, dan istiqamah.
Dengan bekal intercultural poise (keanggunan lintas budaya) dan kedalaman ruhiyah, para lulusan diharapkan mampu beradaptasi dalam komunitas global mana pun tanpa kehilangan identitas kepribadian mereka sebagai seorang muslimah. Ritus ini pun ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan, keberkahan, serta kejayaan umat di masa depan. (iz/lil)






